melayang dan melayang jauh..


MERAPI (menyukai ini)

Posted in my adventure by ranger siwi on the October 22, 2009
Tags: , ,
di sini gunung, di sana juga gunung

dan memanggiLku

(10-11 Oktober 2009)

Ada sebuah kalimat yang akhirnya kutanamkan di diriku, bahwa kematian tidak akan dipercepat dengan mendaki gunung, dan tidak akan diperlambat dengan tidak mendakinya. Kupikir, kenapa tak kumanfaatkan waktu berharga dalam hidupku untuk menikmati dan mensyukuri keindahan ciptaanNya. Lalu datanglah hari itu, hari dimana aku memutuskan untuk menjamah bukit merapi lagi, bersama teman-teman yang bukan itu-itu lagi.

Seperti kecanduan, bau gunung telah menggodaku untuk menjamahnya, menikmatinya, dan selalu merekamnya erat dalam otakku. Bersama 5 sahabat (4 di antaranya adalah sahabat baru kenal dari HANCALA) aku menikmati tanjakan demi tanjakan, sengalan nafas, hembusan angin yang dinginnya lumayan menusuk kulit, dan hangatnya mie instan dibawah lindungan bebatuan.

leren n masak mie sek,

leren n masak mie sek,

Pendakian cukup menegangkan ketika hari sudah gelap dan kabut lumayan tebal. Sinar senter kami tak bisa menembus kabut yang mengelilingi. Tiba-tiba angin berhembus kencang. Dingin yang sangat menusuk. Itulah yang disebut badai (aku baru sadar kalau itu badai keesokan harinya.bodoh). Kami berlindung di sela bebatuan besar sambil mencoba menenangkan diri masing-masing. Aku menyukai saat-saat tegang seperti itu, serasa di film-film.he. Beberapa saat kemudian kabut agak menipis dan kami melanjutkan perjalanan.

God has waken us Up

God has waken us Up

Pasar Bubrah – watu gajah.. Itulah watu yang kita cari untuk tempat ngecamp. Apa daya, medan yang terjal dan cuaca yang tidak cerah telah menuntun kami terlalu jauh. Ah, tak mengapa, toh akhirnya kami malah beberapa langkah lebih dekat dengan puncak. Stop di situ, dan didirikanlah dome ukuran 6 orang. Pas sekali. Setelah menikmati makan malam, aku dan kelima temanku menempatkan diri di dalam dome. Dingin yang agak hangat dan cukup sesak berjentreng2 di dalam dome. Krik krik krik.. Suasana malam dan kelelahan telah menghanyutkan kami dalam damainya tidur di gunung. (baru kali itu melihat orang menanak nasi di gunung..hmmm).

Dini hari kami sudah beres-beres dome dan repacking. Sangat bersemangat untuk mengejar sunrise di merapi. Ahahaii. Tuhan melancarkan jalan kami. Di sana, di atas kawah mati, menghadap ke timur, terlihatlah sinar orange yang sangat indah. Memancar keemasan, membuat tubuh-tubuh pendaki itu seakan terbungkus cahaya orange. Manis sekali.. Aku tak pernah tau bagaimana tuhan menggerakkan dan mengkoordinasikan itu semua (huf.retorik). Yang aku tahu, semuanya sangat sempurna..

the orange has appeared

the orange has appeared

the reborn

the reborn

Di atas sana, sebuah batu menjulang tinggi,,lebih tinggi dari gedung ikm lantai tiga.  Di puncak Garuda itu angin bertiup sangat kencang (katanya), membuatku tak berani memanjatnya (ngelingi urung lulus kuLiah). Walau begitu aku sudah sama sekali tidak sensitive dengan kata ‘puncak’. (syalalala dubidubidammmm).

puncak garuda

puncak garuda

Hmmmmm… Akhirnya aku telah berada di puncakmu, Merapi. Senangnya. Prinsip pendakian yang slalu kupegang; Kenikmatan tak harus dicapai di PUNCAK,, (tapi kalo sampai puncak tentu saja terasa lebih nikmat).ahahayy,

Dan  perjalanan turun gunung terasa lebih ringan, walaupun sebenernya beban di carier dan dp kami tidak berkurang banyak (efek pengiritan air yang sangat). Ah, baru sadar, ternyata gaya orang turun gunung tuh macem-macem: ada gaya ngglondor;  gaya lari dari atas n rem mendadak; gaya lari dari atas n ngerem di pohon; gaya njingkLik2; dan yang paling keren adalah gaya ngguLung2 n ngerem pake kepaLa,, dahysyaatt (masih penasaran, darimana ‘mas itu’ belajar gaya itu..)

-fin-

Thanks God.. (besok kemana lagi ya???)

we DID it (potografer e bLum profesionaL)

we DID it (potografer e bLum profesionaL)

Supported by mas Hari, mas Apit, Sigit, Mba Nupus, Arik, Siwi

Tiner vs Spritus

Posted in based on true story by ranger siwi on the September 8, 2009
Tags: , , ,

Minggu terakhir KKN-PPL digunakan untuk beres-beres program fisik yg keteteran. Walhasill,, dalam seminggu dikebut program tamanisasi, mberesi tempat parkir, dan ngecat lapangan basket.

tidak akademis...

tidak akademis...

Sore ini tadi anak-anak mulai ngecat lapangan basket dengan warna IJO.. Emang IJO, asiknya rame-rame. Sayangnya yang berangkat ngecat orangnya cuma itu-itu aja , 5 mhasiswa, tmbah bonut & pak udin. Tapi lumayanlah, banyak hal yang menghibur.

Hiburan pertama adalah peristiwa hilangnya handphone Bendahara 1, atasan ku, Fariz. Sesampainya aku di lokasi KKN, om fariz langsung nyomot HPku bwt misscall nomornya. Hasil: nggak aktiv. Tak menyerah, dia nyari keliling sekolah, keliling pohon, keliling-keliling,, tetep aja nggak ketemuu. Sok termenung dan sedih, dan hampir mau menerima kehilangan itu.

Pak Udin (penjaga skolah) berkata: “Kui gara-gara kowe nggodani bocah mau awan. Di eling2, iki pasarane Wage. Dadi nek pas Wage kowe ojo nggodani cewek,, ndak ketiban sial. Tenan iki..”

Hihi,,sok serius pak Udin e, padahal oraono sing percoyo. Dan memang tak bisa dipercaya, karena satu jam kemudian ketika fariz tak sengaja jalan-jalan di halaman, terlihatlah seonggok hape berserta batrenya nyungsep di tanah, dibawah pohon. Jingkrak2lah dia,, terlalu senang atas kembalinya si hape hilang.. Fyuhh,, kesimpulannya, wage-wage tetep boleh nggodani cewek.

Hiburan kedua..

KKN (Kelompok Kerja Ngecat)

KKN (Kelompok Kerja Ngecat)

Gadis-gadis perkasa (hida & siwi) mengambil cat serta ‘tiner’ di pos satpam. Dengan penuh percaya diri, dua gadis itu membuat adonan cat; Cat IJO sedikit + ‘tiner’ secukupnya. Aduk-aduk sampai bercampur bersatu. Tapi kok cat n tinnernya gak mau nyampur juga ya? Jawaban Hida adalah: Kui ki tiner paling murah, maklum.. (N.B ‘tiner’ e ki rupane putih bening, diwadahi botol A*ua, mirip banget karo aer putih).

Yaudah, menyadari bahwa itu tiner murahan, kita menerima kenyataan bahwa ngecatnya agak rekoso rapenak. Pas ‘tiner’nya mau habis, Pak Udin mau memanfaatkan sisa ‘tiner’ nya untuk bersihin tangannya yang blepotan cat.

Tapi tiba-tiba dia berkata, “Weh, kok ‘tiner’e rasane anyes. Iki udu tiner iki.. Nek tiner ki panas. Iki kok anyes. Wah, iki pertus.. Iki pertus.. Mulane cat e ora nyampur. Wah, sopo ki sing tuku? Hida mesti.. Walah hida ki..begoo.. Iki pertus, udu tiner.. Iki ora iso nggo ngresiki tangan. Wooo…” (*pertus= spritus)

Kemudian semua orang melihat, mencium, dan mencoba. Owalah, emang ternyata itu PERTUS, bukan tiner. Kwakakakaka… BODOH..!! Langsung pada ngakak,, menertawakan kebodohan bersama. Hampir seperempat lapangan dicat dengan campuran pertus walspritus.. Fewwwhh. Habis itu, sebagai pengganti tiner, kita beli bensin.. Ngecer, boleh beli bensin Rp3.000. Lucu.. (di perempatan ndayakan itu lhoo)

Pak Udin masih menambahkan, “Nek tiner ki kalengan. Tekan kapanpun tiner ki le tuku kalengan, ora plastikan.. Hida ki..”.. Hu,,gak bosen2nya beliau ngungkit2 kalimat itu sambil tertawa sendirian.hii

Uhh.. Ternyata hari udah sore. Dah mau buka. Berbukalah mereka di Bakso prapatan pasar. Cukuplah kegiatan sore ini untuk nambal luka di siang tadi. Ada yang bener-bener bikin emosi siang tadii. Siang tadii.. Tapi sudahlah.

Jaga BicaraKu..

Posted in based on true story by ranger siwi on the August 27, 2009
ati-ati siw,

ati-ati siw,

Memang bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh pesan-pesan suci. Kenapa begitu? Beginilah ceritanya..

Di malam pertama bulan Ramadhan kemaren Andi nyebar sms ke aku n temen2 laen. Isinya:

* Mari berLomba-Lomba mencari berkah dan amaL di buLan Ramadhan tahun ini. Selamat menyambut datangnya buLan Ramadhan. SegaLa khiLaf mohon dimaafkan.*

Keesokan paginya, aku log in di facebook. Temenku, si Bona, yang juga temennya Andi baru saja update status.

Bona Rongrong * Mari berLomba-Lomba mencari berkah dan amaL di buLan Ramadhan tahun ini. Selamat menyambut datangnya buLan Ramadhan. SegaLa khiLaf mohon dimaafkan.*

Menyadari kalo update-an status si Bona tuh sama persis kayak sms yang dikirim Andi, aku iseng-iseng langsung komentar, ada si Charlie juga yg ikut berkomentar. (iseng dalam konteks bercanda)

Comment

Aku: 
itu kan sms dari Andi,,
August 21 at 9:37am
 
Charlie:
oiya deh tu sms dari andi gw lupa kekeke
buset ketauan nyontek lu hahahahha
August 21 at 9:38am
 
Bona: 
Wkwkwkwk t andi mlah nyontek dr gw. . . .
August 21 at 9:40am
 
Aku: 
bona tukang nyontek.. (sambil nunjuk2 bona)
bona tukang nyontek.. (sambil dinyanyikan)
August 21 at 9:45am ·
 
Bona: 
Mnyontek dmi kbaikan it gk b’dosa, tp mengolok2 orang it yg m’buat dosa. . . . Mank th ap yg buat t Budi? Kgak kn! Ampuni lh dosa tmen2ku yg ALLAH, mreka tk th ap yg mreka ktakn, buklah pint hti mreka. Amin . . .
 August 21 at 9:48am
Udah, selesai sampe situ saja ejek2an ku. Apakah aku keterlaluan ngejeknya? Mungkin. Tapi waktu itu sama sekali aku tak merasa menyakiti dan mendolimi siapapun karena memang niatku bercanda (bercanda yang keterlaluankah?). Dan beberapa hari kemudian, aku terlibat debat sengit sama si Bona.
 
BONA: Iya siw, aku pengen marah soal komentar di fesbug kemaren.
AKU: yang mana? yang status nyontek dari sms Andi?
BONA: iya. itu orang luar bisa tau lho..
AKU: tau apa?
BONA: mereka bisa menganggap aku yang jelek2,, tukang nyontek.
AKU: lah, aku kan bercanda. kamu kok mikirnya sampe situ? kalo aku biasa bcanda kyak gitu..
BONA: kalo orang indonesia wajar njiplak kayak gitu. tapi kalo orang luar? aku gak mau dibilang plagiator.
AKU: kan banyak tuh orang yang update status pake lirik lagu,,yang laen juga komen2nya kayak aku. ga masalah kan?
BONA: beda, mereka komennya biasanya nerusin lirik lagunya. tapi kamu? kamu scr langsung menghina. aku merasa terhina..
AKU: hah.. merasa terhina? ya maaf Bon, maksudku bercanda. aku gak tau kalo kmu simpan dlm hati.
BONA: itu  buatmu bercanda, tapi buatku enggak. makanya aku juga nanya kamu waktu itu, “emang kmu tau kalo yang nyiptain ucapan di sms itu adalah Andi?”.. Enggak kan?
AKU: yaudah,,maaf..maaf.. Hffhh,, berarti kalo ngomong sama kamu harus hati-hati ya Bon?
BONA: ya,,mungkin..
AKU: padahal aku kan orangnya ceplas-ceplos.. ah, gak jadi tak ajak naek gunung kamu Bon..
BONA: ??
 (pokonya aku masih inget jelas banget, muka si Bona bener-bener serius dan menerawang jauh. dan aku masih dengan muka bloon)
Yah, kira-kira seperti itulah. Aku beneran tak menyangka kalo disela-sela gurauanku ada seseorang yang hatinya tercabik cabik dan teremas berkeping-keping. Sama sekali gak nyadar sampe dia ngomong sendiri. Ya Tuhan, aku ini keterlaluan ya?? Bisa-bisa sudah ada beribu orang yang hatinya tersakiti karena perkataanku.. Aku kalo ngomong emang kayak gini, dan sejauh ini kurasa smw enjoy aja.. Tapi.. Hmm,,inilah pesan suci di bulan ramadhan. Jaga Bicaramu.. Maaf buat semuanya..
 
(*semua nama dalam kisah ini telah disamarkan untuk menjaga privasi. buwat yang merasa, boleh berkomentar)
 

Sst.. Listen to me

Posted in melacur by ranger siwi on the August 2, 2009

Huwaa…

Finally I post something (again) here! After almost 2 months leaving this site, I feel so exited to share what i’ve felt, done, and experienced.. Here we go!!

Oh Gosh!! The KKN-PPL is just such killing me softly with it’s members and environment. How come? The moment  i had been waiting so long has trapped me in an odd and cruel world. Why can’t I just enjoy it with all of it’s properties (properties? hehe). But, I force myself to believe that there is a very valuable lesson behind this moment. What i need now are patience, still patience, one more patience, and still patience.

My PPL? Yea, it’s better to talk bot the PPL only. I enjoy the time i’ve spent with the students in the class. They are such the light when it’s dark (hwah?). Hmm they’re my spirit to face my days there. Hufh, still lebay!! In this point I just wanna say that i love teaching them, i love spending my time to transfer my knowledge to them. And i will always remember what my supervisor has said “teaching is an art”, meaning that i’m an actor. It’s about how to face students with their different characters. It’s about managing my behavior. It’s about controlling my emotion. It’s about being a person with his duty..

And.. What about rangers? I really really miss them all (sak kandang2e). I miss hanging out and laughing out with them. Hufhh.. My days are boring without them. I’ve tried to pretend that everything is alright but why can’t I find such happines in this new world? Do I put a very high standard of friendship or what? haha, nonsense!

Well, I’m speaking with myself, saying that  I want to start the next day with a full smile and hope. I can’t just wait for the end of this moment coz it is the life of mine right now. It’s me who decides what is the end like. Guys,, look at that! A chart of sense of belonging, responsibility, ability, and mission! Let’s pick them all and patch them on our own head!! Remember, we are a team!!

And, this  is dedicated to all rangers, please..

Selamanya

 

like this

like this

 

memelukmu seperti ini tak ingin kulepaskan
walau sedetik saja tak akan pernah
selamanya kau berada dalam hatiku
selamanya kau tak akan pernah terganti
menatapmu sedekat ini tak ingin ku berpaling
walau sesaat saja tak akan pernah
selamanya kau berada dalam hatiku
selamanya kau tak akan pernah terganti
memilikimu sepenuhnya hanya untuk diriku
bagai keajaiban yang tak ternilai

(utopia)

Merbabu Menipu

Posted in my adventure by ranger siwi on the July 6, 2009
Tags: ,

itulah yang disebut 'masal'

itulah yang disebut 'masal'

Sabtu 27 Juni 2009. Kali ini aku ikut penmas PASMAJA nggak pake YA, tim pecinta alam dari SMA Karangnom (SMA ne ranger putih). Sekitar 30an orang berpartisipasi dalam pendakian itu.

Menit demi menit mulai kukenali alam Merbabu beserta teman-teman pendaki. Dinginpun sudah menjadi teman. Baru beberapa menit berjalan, tracknya udah lumayan nendang. Kiri kanan ada bulak senthe. Dalam dingin dan gelap Merbabu, sinar-sinar senter para pendaki menjadi pemandangan yang sangat isthegud. Panjang dan berkelip-kelip. Deretan pemegang senter itu akan berteriak ‘PASMAJA’ ketika kamu menyapanya ‘Hello Geng’. Dan satu hal lagi; dalam pendakian masal kali ini tertawa adalah tabu. Kenapa? Karena tertawa diterjemahkan sebagai indikator sumber bau kentut. Siapa yang tertawa dialah yang kentut. Maka lebih baik kentunya diperdendangkan saja daripada menjadi kisruh pencarian sumber suara..

Melelahkan. Bagaimana tidak? Inilah resiko menjadi sweeper sapu sapu di belakang. Dua langkah –break-, satu langkah lagi –break-, tiga langkah –break-. Hyaahhh.. Kumanan buntut.

Ketika jalan sedang ngetrack ngetracknya dan jarak antar pendaki tak sampai satu jengkal (luebai), tiba tiba terdengar suara ‘BREAK!’. Ternyata itu adalah break yang sangat lama (kurang lebih dari pukul 02.00 sampai 06.00 dini hari). Siasia pula kita bawa sb dan dome. Tidurnya aja di kali asat tak beralaskan apapun, nggogok pula. Lebih parah dari pendakian Merbabu bareng STR jaya yang walaupun tanpa sb dan dome, tapi ada api unggunnya. Andai saja perjalanan dilanjutkan satu jam lagi, bakal dapet tempat yang enak buwat ngedome.

kusambut pagi dengan senyum penuh semangat

kusambut pagi dengan senyum penuh semangat

Pagi memanggil.. Seseorang, sebut saja sang motivator mulai berkokok. Kukuruyuukkkk.. Semangat!! Let’s move move move.. Pagi itu aku sangat bersemangat untuk meraih Kentheng Songo. Di sanalah aku akan menghabiskan batre kamera yang sedari tadi kuirit.

Terlihat beberapa pendaki yang giving up. Aku tetep bersemangat. Nggak peduli. Katanya tinggal melewati satu bukit, satu bukit sabana, trus satu bukit lagi, maka akan tercapailah the top of Merbabu. Oke deh, gak masalah..

endi puncake?

endi puncake?

Kutegaskan kembali, kita adalah tim SweePer yang selalu datang belakangan. Maklum dong kalau kita berpapasan dengan para pendaki yang udah turun gunung. Hehe.

“ Berapa menit lagi ya kita sampai puncak?”.

Jawabannya bervariasi 1)“Satu jam untuk cewek, setengah jam untuk cowok”, 2)“Wah, masih dua jam”, 3)”Turun aja, di atas nggak ada apa-apa kok”.

Hoho, sak karepmu..sing penting teko mlaku wae..

Lah, tapi kok nggak nyampe-nyampe yo? Terlalu banyak puncak bayangan. Merbabu menipu. Ternyata masih harus melewati bukit lagi. Walah, membuat kita berfikir bahwa Puncak Merbabu itu portable removable bisa pindah sewaktu-waktu kemana saja. Mungkin saat itu puncaknya sedang tak berada di tempat. Dan muncullah pertanyaan retoris dari setiap kepala, iki ki ndaki opo ndagel?? Huwaaa..kandungan oksigen yang menipis membuat otak tak bisa berfikir jernih (hew).

makan mie dalam kegusaran..

makan mie dalam kegusaran..

Aw aw aw.. Akhirnya sang motivator nyerah. Di bawah pohon dia menurunkan carriernya seraya berucap “Tenan, aku wes marem iso tekan kene. Nek arep do munggah ra popo, tapi aku tekan kene wae”. Padahal dialah yang selalu berjalan (malah berlari) paling semangat sambil melontarkan dagelan khas merbabu sebagai pembakar semangat. Hhmm,,cukup meluluhkan dan menggoyahkan tekadku untuk terus naik, tak tahu dengan ranger putih.

Let’s review. Pendakian dimulai pukul 10 malem. Sekarang udah pukul 10 pagi. Berarti sudah melewati 12 jam perjalanan. Kira-kira kita berada di 3115 mdpl, sedangkan puncaknya 3142 mdpl. Sudah terlihat jelas di atas sana puncak yang ngaweawe. Nanggung tenan.

are you the peek? (no i'm not)

are you the peek? (no i'm not)

Mengingat semua itu, sebenarnya aku masih ingin melanjutkan perjalanan. Kelanjutannya? Ada kesepakatan samar-samar bahwa setelah istirahat dan masak mie, perjalanan akan dilanjutkan. Tapi pada kenyataannya kita turun gunung karenan satu dan lain hal yang tak usah dijabarkan. (solidaritaskah?) He.

menuruni gunung..byee....

see you next time..

Perjalanan turun lumayan cepet coz kita melewati jalur yang bener (n.b. jalur ndakinya salah). Inilah yang juga kunanti dari pendakian gunung; perjalanan turun gunung. Selain perjalanan terasa lebih cepat, banyak cerita yang terurai disetiap menitnya dan rasa lelah pun sama sekali tak terasa.

apus apus

apus apus

-kenikmatan tak harus dicapai di puncak-

(jangan sebut2 kata ‘puncak’. sensitif aku..)

-kode etik pencinta alam nomor 7-

Thanks to all

the sweeper

the sweeper

hitam

Posted in insipiring lyrics & quotations by ranger siwi on the June 10, 2009

Oh jiwaku…
Dimanakah aku kini
Kau bawa aku melintasi tempat yang tinggi
Oh tubuhku…
Mengapa angkau kini masih membisu,
tak kunjung bebicara padaku…

ceritakanlah padaku,
apa yang mengeruhkan
hati dan jiwaku
Tolonglah…
Kau tuntunkan aku lagi…
Agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

Penuntun jiwaku…
Luruskan hatiku…
Seandainya aku tahu apa yang akan terjadi nanti

Aku masih melayang, bersandingkan langit hitam…
Masih melayang
Terus melayang

Ceritakanlah padaku,
apa yang mengeruhkan hidup dan jiwaku…
Tolonglah…
Kau tuntun aku lagi…
Kau tutunkan aku lagi…
Agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

Tak perlu kutangangisi
Kupasrahkan sekuat hati
saat jiwa terlepas…
Saat jiwa terlepas…

-padi-

‘bodo’ kucing

Posted in based on true story by ranger siwi on the June 5, 2009
Tags: , ,

Siang itu SALC dipenuhi oleh segerombol orang yang sangat antusias untuk nonton bareng film jadul bin inspirativ, ‘pacth adam’. Film yang sediakalanya akan diputar pukul 1 siang itu ternyata harus molor sampai pukul 2 siang. Sama sekali tak ada masalah teknis. Hanya saja..hanya saja..penontonnya membludak..banyak sekali..sehingga admin salc kuwalahan. Akan tetapi jika ada seorang mbak2 yang boleh bicara, dia akan berkata,  ‘Mohon perhatian, bioskop salc segera dibuka. Dimohon para admin dari kelas B segera menyelesaikan kembulan magelangannya.’

Dimulailah nonton bareng itu.Suasanya sunyi.Semua berkonsentrasi dan menikmati film, apalagi wiwin yang sangat ngefans sama om Robin Williams.

Ketika akan akan sampai di klimaks…tiiit..tiiituuuttt krik krik krik. Film terhenti dan tersendatsendat. Huuuuuu…penonton kecewa. Demi tanggungjawab atas kesejahteraan penonton yang sudah bayar Rp3000,00, semua admin bergegas mencari tau apakah gerangan yang terjadi.

Dan hanya satu admin yang paling cekatan,,dialah sang hacker kita ‘topshit alias topik’….plok plokk plokk. Dengan bantuan flesdis seribu software, dia mulai mengotakatik isi otaknya. Namun apa yang terjadi?? Ternyata suwi….!! Swi swiii (dengan nada seperti biasa). Sampe-sampe Tika meninggalkan nonton barengnya (bukan apa2, emang dia udah ada janji sama orang laen).

Di saat seperti itulah sang hacker mengungkapkan isi hatinya, “ Suwi.. Suwi koyo bodo kucing”.    ….bodo kucing??…. Dalam hitungan detik, hampir semua penghuni salc terdiam dan mencerna arti frase ‘bodo kucing’ (baca: lebaran kucing).

Sadar akan kebingungan teman-temannya, topic segera menambahkan, “bodo kucing ki artine suwi banget”.

“OOoooohhhhh….” Yang lain menjawab sekenanya. Akan tetapi, seorang Arik yang berasal dari Boyolali punya pendapat yang berbeda.

Arik bilang, “Ho o po? Kalau di daerahku, bodo kucing itu artinya suwi banget”.

Di sisi lain, Binar yang asli Jogja  juga ingin mengungkapkan pikirannya. Binar berkata, “Beda lagi.. Kalau ditempatku, untuk mengekspresikan ‘suwe banget’, orangorang sering menggunakan ungkapan ‘bodo kucing’ gitu”.

Lah, emang beda daerah tu beda bahasa ya.. Lain lagi dengan tanah kelahiranku. Kalau di tempat asalku, bodo kucing tuh artinya ‘suwe banget’. Kalau di tempatmu?

-beberapa saat kemudian,(setelah melewati bodo kucing), nonton barengnya dilanjutkan sampai selesai. Penonton tak jadi kecewa-

Perhatikan kasput

Posted in bersajak by ranger siwi on the June 3, 2009
Tags:
Wisuda 19 Mei 2009.  And the story began..

Wisuda 19 Mei 2009. And the story began..

Beranjak dewasa kakakku kasput tercinta

Sudah saatnya belajar berpijak

Tinggalkan matala demi masa depan cipta

Sudah waktunya kau untuk wisuda..


Beranjak melentik kakakku kasput yang cantik

Jadikan masa depanmu menarik

Ingat selalu pesan kedua orangtuamu

Jalani dengan hatimu yang tulus


Dan jangan takut, Jangan layu

Pada semua cobaan yang menerpamu

Jangan layu


Kami selalu bersamamu

Dalam derap, dalam lelap mimpi indah bersamamu

(adapted from ‘perhatikan rani’ by SO7)

Glagah tak selalu indah

Posted in my adventure, wisata kulon progo by ranger siwi on the May 22, 2009
Tags: ,

Event   : syukuran ulangtahun Ranger Hesti yang ke 20 (supposed to be on May 16th, 2009)

Setting : Pantai Glagah Indah, Kulon Progo;

Sunday, May 18th 2009

5.30 a.m

Participants     : Ranger Siwi, Ranger Hesti, Ranger Metta, Ranger Cizz,

The Chronology of the event:

tara!! toro!! tere!! turu!!

tara!! toro!! tere!! turu!!

30 menit perjalanan Nanggulan-Glagah cukup membuatku kedinginan dan sakit perut. Tubuh dingin dan berkeringat dingin. Mataku tak pernah lepas dari deretan penginapan, hotel, toko atau bangunan apapun itu di sepanjang jalan masuk pantai; hanya untuk menemukan WC umum. Tak sempat pula melihat dengan jelas kebun buah naga yang sebenarnya akan menarik perhatianku dalam keadaan normal. Kali itu aku hanya focus dengan ‘WC umum’, dan akhirnya kutemukan juga. Pas di depan parkiran motor. Huuff, baru kali itu aku pub ditunggui para rangers tepat di depan pintu. Thanks God, perutku normal kembali.

AKu baru sadar. Ternyata bibir laut itu sudah dipenuhi banyak sekali orang. Bapak-bapak yang maen air; keluarga bahagia yang hanya sekedar menikmati pemandangan, para pencari undur2 (katanya buat dimasak); beberapa gerombol abg; banyak pasangan mudamudi dengan berbagai pose, dan beberapa ranger yang kebingunan.

Dan.. Ah, daripada terlihat bodoh dan kelaparan, kita langsung melaksanakan agenda kita yang pertama; Makan!! CUkup mencari tempat yang agak senggang, menata pantat masing-masing, dan mengeluarkan bekal nasi bungkus racikan ibuknya ranger hesti. Siap!! Time to get brunch!!!

i was bleeding,,,,

i was bleeding,,,,

Setelah terkenyang-kenyang, tiga ranger memutuskan untuk nyebut, eh nyebur. Yah, silahkan.

Aku cukup melihat mereka dari kejauhan sambil menghitung jumlah pasir yang menempel di kakiku.. Satu..dua..tiga..-tiiiiittttt-…seribu limaratus enampuluhtiga.. Yes, akhirnya mentas juga mereka.

Rupanya perut mereka sudah cukup banyak terisi air rendaman tubuh sejuta umat dengan sejuta warna dan cita rasa.

Inilah agenda terakhir yang merupakan ritual dari rangers. It’s a must; photo hunting rupo rajelas…

---tiiiiiit----

---tiiiiiit----

yang tak pernah jelas

yang tak pernah jelas

Dalam setiap jepretan kamera, tersimpan doa dan harapan untuk yang berulangtahun.

De hesti. Sekarang kamu udah nggak teen lagi. Udah nggak bisa bilang ‘aku kan masih 19’. Tau maksudnya kan? Kamu harus lebih dewasa, lebih bisa menyikapi permasalahan, lebih paham makna hidup, lebih menghargai cinta-kasihsayang-persahabatan. Selamat untuk banyak keberhasilan dan kebahagiaan yang telah kau peroleh. Dan tetaplah berjuang untuk semua yang kau gantung 4,5 meter di depan hidungmu. Kejar sampai dapat. Hidup adalah perjuangan. Dan kita adalah pejuangnya. Kamulah sang pejuang sejati. Hidup hesti!!! Berubah (sambi nganggo kadone kae ala superman).

rangers

rangers



konsentrasi

Posted in bersajak by ranger siwi on the May 21, 2009
Tags:


Aku butuh konsentrasi

Hanya sekedar untuk mengingat nama panjangku dan memaknainya

Aku butuh konsentrasi

Untuk mengerti makna setiap hembusan nafasku

Untuk mengerti makna setiap pejaman mataku

Untuk mengerti makna hidup dan kehidupanku

Aku butuh konsentrasi

Untuk mencari hikmah dari setiap detik masa laluku

Untuk mengerti hikmah dari setiap tetes air mata yang pernah kuseka

Aku butuh konsentrasi

Untuk mencari kebenaran dari setiap mimpiku

Aku butuh konsentrasi

Untuk membedakan masa depan dan sekarang

Untuk membedakan masa depan dan ilusi

Untuk membedakan halangan, tantangan, dan pesimisme

Aku butuh konsentrasi

Untuk memantapkan impianku

Untuk menggantungnya 5 cm di depan keningku

Aku butuh konsentrasi

Untuk tau cara terbaik berkonsentrasi

Aku butuh konsentrasi

Aku butuh waktu

All I need is time, a moment that is mine

Next Page »