Sudah pernahkah kamu mendengar istilah “tindihan”? Ataukah sudah sering kamu mengalaminya?
Inilah hal menakutkan yang dulu sering kualami menjelang atau di tengah-tengah tidurku,, dan tadi malam aku mengalaminya lagi. Benar-benar sangat menakutkan.

Sleep Paralysis
“Tindihan” adalah suatu keadaan (disaat atau menjelang tidur) dimana aku merasa ada “sesuatu” yang ‘memasukiku, mencengkeramku, menyelubungiku’,,yang kemudian membuatku sulit untuk bernafas, sesak, tak bisa bergerak, tak bisa bersuara, padahal aku merasa bisa melihat dan mendengar (siwi:2010). Durasinya sekitar 2-3 menitlah. Disaat seperti itu, suasana menjadi sangat mengerikan dengan bayangan-bayangan tak jelas di sekitarku, mistislah. Mungkin itu terjadi di antara alam sadar dan bawah sadarku. Semua yang terdengar dan terlihat di sekitarku begitu nyata,, tapi nyatanya pula aku tak bisa berbuat sesuatu. Dari sebuah artikel yang kubaca, dijelaskan kalo di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul.
Setiap mengalami “tindihan”, aku sangat sadar bahwa aku memang sedang mengalaminya ; “oh, aku lagi tindihan iki”. Yang kulakukan kemudian adalah berusaha memanggil atau menyentuh orang yang ada didekatku supaya dia membangunkanku dari tidur tindihen ini. Tapi selalu saja, setiap aku berusaha teriak, semakin erat ‘cengkeraman’ itu, semakin sesaklah aku. Langkah selanjutnya adalah mengucapkan berbagai ayat-ayat suci, dari Al-fatihah sampai ayat Qursy. Tak mempan juga. Akhirnya aku selalu ikhlas, “yasudahlah, pasrah saja. Nanti juga sembuh sendiri”. Ahhh,, ni usaha yang bodoh sekali, tapi berhasil juga. Setiap aku pasrah, ‘cengkeraman’ itu mengendor..dan hilang.. Fyuuwyy..
“Tindihan”ku ini tergolong ringan dan bisa dikendalikan (hewh?). Tidak pernah ada yang tau ketika aku sedang mengalaminya (walaupun aku merasa sudah tereak-tereak). Beda dengan “tindihen” embakku. Saat dia mengalami tindihen dalam tidurnya, nafasnya selalu tersengal-sengal. Secepat mungkin aku bangunkan dia,, dan dia selalu terbangun dengan wajah kaget. Kemudian dia berpesan padaku agar aku membangunkannya ketika dia tindihen. Embak juga bilang kalau di dalam tindihennya, dia bisa melihat hal-hal yang mengerikan. Misalnya, ketika dia melihat mukena, mukena itu akan berubah menjadi pochi (p*c*ng), ketika dia melihat wajahku, wajahku akan berubah menjadi monster (huwa,,ini yang aku tidak terima), dsb.

ngeri yak,
Konon katanya “tindihan” ini disebabkan oleh campurtangan makhluk halus. Ada pula yang berkata bahwa “tindihen” ini disebabkan oleh salahnya posisi tempat tidur, angkernya tempat tidur, salahnya posisi tidur. Tapi kalau menurutku, tindihen itu disebabkan oleh banyaknya pikiran (sedang agak stress), salahnya posisi tidur yang membuat nafas sesak, atau gara-gara lupa baca doa tidur. (ini niihhh,, pas mau tidur sering salah baca doa mau makan).
Ni ada kutipan tentang mitos ‘tindihan’ dari berbagai negara yang aku ambil dari sini.
Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
- Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
- Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
- Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
- Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
- Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
- Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
- Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
- Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
- Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.
- Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
- Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.
Aku juga pernah mendengar bahwa “tindihan” bisa berakibat kematian, istilahnya “bablas”. That’s why aku selalu berusaha sekuat tenaga untuk bangun ketika tindihen, dan membangunkan orang yang sedang tindihen. Huffhhh,,