just my imagination

Imagination is more important than knowledge. Imagination is everything. It is the preview of life's coming attractions. ( Albert Einstein) . My imagination is my preview of life's coming attractions. And it's just my imagination…

‘MJ’ dan Juniornya

Lupa. Aku belum sempat posting apapun tentang kucing jelek yang satu ini.

Nah, cuma mau cerita kalo aku dan embak kini merawat seekor kucing jelek yang dinamai Muka Jelek (panggilannya MJ, baca EMJE). Mirip banget sama Luna, kucingnya Usagi itu. Suaranya juga mirip, serak-serak gak jelas, suara doraemon versi ceweklah.

that’s her

MJ: hehee

Setelah memasuki usia akhil baliq, MJ dilamar oleh seekor kucing putih bernama Molly. Mereka menikah dan telah melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah beberapa hari si Molly pergi merantau guna mencari nafkah, dan MJ ditinggal sendirian di rumah. Tanpa sepengetahuan Molly, datanglah seekor kucing jantan putih yang sangat gagah ke rumah MJ, dialah Cimot. Entah apa yang ada di pikiran mereka, dan semuanya terjadi begitu saja. Mereka melakukannya.

Beberapa hari kemudian perut MJ membesar, sedangkan Molly dan Cimot tak mendampinginya. Semakin besar dan membesar. Itulah yang dinamakan kucing hamil. Beberapa minggu kemudian (tepatya tanggal 6 Desember 2009, mingu malam) MJ melahirkan empat juniornya yang semuanya sangat manis. Timbullah pertanyaan; Siapakah ayah keempat MJ junior itu? Molly atau Cimot? (belum tau juga sampe sekarang, coz warna bulu Molly dan Cimot adalah sama).

so cute

them

Dengan tak mempedulikan sperma siapa yang telah dibuahi, MJ membesarkan keempat juniornya dengan penuh kasih sayang. Selamat menyusui ibu MJ. Kini juniormu semakin besar, semakin banyak pula yang ingin mengadopsinya. Gimana MJ? Lelang dari berapa?

kasih sayang MJ terhadap juniornya

Filed under: based on true story, melacur , ,

Maen Gobak Sodor di Parangtritis

cah-cah kui

SKRIPSI telah sedikit menganggu pikiran para tahanan berkode 062022410xx. Sebagian ada yang terlalu bersemangat, sebagian ada yang frustasi, sebagian ada yang nyante. Namun apa yang mereka lakukan saat itu adalah sama sekali tak terencana dan tak terduga.

Bermula dari makan siang bareng di Garden Café (the only cozy place we’ve found so far,heleh). Salah seorang dari generasi 0720xxxxxx menyeletuk, ‘Ke pantai yok?’. Para tetuapun manggut-manggut dan mengiyakan saja. Yasudah tanpa banyak berkata mereka langsung menuju Pantaiii…

Entah pantai apa yang mau dituju, yang jelas mereka melewati jalan Parangtritis. Kebodohan diawali dengan mampirnya mereka di pom bensin (lagilagi di pom). Setelah mengisi bensin, mahasiswa berkode 26 itu ingin mengisi angin roda belakangnya. Ini bukan sembarang pompa angin, coz gak di setiap pom ada. Nah,, karena di kampus belum pernah diajarkan cara mengisi angin menggunakan alat semacam itu, dia mengalami sedikit kesulitan. Tapi yah, karena mereka berasal dari fakultas bahasa dan seni, mereka pintar memutarbalikkan bahasa dan berakting seolah semuanya biasa-biasa saja. Setelah melakukan berbagai posisi mompa, akhirnya bisa.

Perjalanan dilanjutkan. Sampai pintu gerbang parangtritis mereka belok kanan, seakan-akan mau ke Depok. Tapi, ealah, dasar ritual tak berdasar. Selalu saja seperti itu. Tak ada yang mau memimpin jalan. Tak ada yang mau memutuskan pantai tujuan. Pake acara ngadem di pinggir jalan pula. Ah, ritual bawor..

Setelah muter-muteri tempat parkir dan mengunjungi lapangan bola di bukit itu, mereka memarkirkan motor masing-masing. Uwhhh, ternyata mereka terdampar di Parangtritis cuy. Pertamanya sih mereka bertingkah wajar, sekedar larilari kearah selatan menuju laut, trus pas ombak datang mereka pura-pura takut air dan lari-lari lagi sambil tereak-tereak. Hm, wajar. Tapi mereka lelah dengan hal yang biasa seperti itu.

Dan muncullah niat cerdas mereka. Bagaimana kalau kita ‘Gobak Sodor?’. Nah, gobak sodor adalah permainan tradisional, dolanan daerah. Satu tim sebagai pihak penjaga, satunya lagi sebagai pihak penyerang. Pihak penyerang berusaha memasuki daerah penjaga. Pihak penjaga berusaha menghalangi dengan cara menyentuh penyerang. Yayayayy seperti itulah.

—ilustrasi mereka yang sedang bermain gobag sodor—

Mereka terliahat sangat antusias. Sangat bahagia. Seolah-olah tak ada beban. Seolah-olah belum kenal dengan SKRIPSI. Haha.mereka terlihat bahagia. Lari kesana kemari, saling menghalangi, saling tereak, tertawa terbahak-bahak sambil guling-guling.. Tapi ternyata melelahkan juga maen gobak sodor. Mahasiswa nomor 31 itupun memutuskan untuk istirahat. Terjadi pergantian pemain. Masuklah nomor 20.

semakin sore

Tak lama kemudian mereka lelah. Seluruh tubuh sudah pliket a.k.a lengket a.k.a kelet. Yaudah ganti permainan. Satu persatu mulai asik bermain pasir. Ada juga yang maen bola dengan Mas gagah dari Papua. Inang,, bolanya nggelinding kesana kemari. Saking kuatnya mas Papua nendang bola sampe-sampe yang masuk ke gawang bukan bolanya, tapi mas papua nya. He.. Keren ah masnya…

Permainan terakhir mereka adalah membuat terowongan pasir. Terowongannya panjanngggg sekali, sampe ke kali code. Sementara itu nomor 35 iseng-iseng nonton pelukis yang lagi nglukis wajah mbak Riris dan mas Irwan. Pasangan muda yang sedang kasmaran. Atau pasangan tua yang terpisah lama dan baru saja bertemu. Mereka yang was born to love her dan born to love him. Hhahay. Mbak ririn dan Mas irwan..

ireng-ireng

Seiring surupnya hari, mereka memutuskan untuk pulang. Cahaya orange ngawe-awe njaluk difoto, apa daya tak ada yg bawa kamera. Pake camera hape jadinya gak memuaskan. SUNSET Parangtritis mengantar kepulangan mereka. (oya sekedar info untuk no 24, matahari terbenam itu bahasa inggrisnya SUNSET ya…)

Filed under: based on true story , , , ,

Ada ikan HIU di selokan

Pagi itu aku dan Metta berboncengan menuju suatu ‘masa depan’. Karena si motor butuh asupan bensin, kami memutuskan untuk berhenti di pom bensin Balangan.

Nah, di pom ini aku tersadar bahwa aku tu mudah dibohongi oleh orang bodoh..

hiu bodoh

Sesampai di pom aku langsung turun dari boncengan, dan menyerahkan selembar uang 10ribuan ke metta. Kemudian aku melihat seorang laki-laki sedang mengamati air di selokan depan pom. Suara hatiku: ‘Apa ya yang sedang diamati mas itu?’.

Seperti bisa membaca pikiranku, metta berkata padaku, “Kamu mau lihat ikan hiu nggak?”. Aku bingung. Kemudian sambil melempar pandangan matanya ke arah selokan itu, metta berkata, “Tuh..”. Aku bilang, “Bohong kamu met!”. Dan metta menimpali, “ya terserah kalau tidak percaya”.  (masih benar-benar kuingat rupane metta; datar dan seolah tak ada apa2)

Asem, aku jadi penasaran. Dengan perlahan aku menuju ke arah selokan itu. Hmmm, tercium bau amis, bau ikan. Mungkin metta nggak bohong, pikirku.

Tepat sampai di atas selokan, aku mulai clingak clinguk nyari tuh hiu. Ewhh, kok gak ada ya? Adanya sampah plus sandal swallow bekas yang terapung-apung di situ. Terus ku amati selokan itu sambil sesekali kutengok metta yang sedang antri bensin. Awhh, metta pura-pura tak melihatku. Perlahan aku mulai berfikir logis. Mana mungkin ada ikan laut hidup di selokan air tawar gini. Ikan Hiu pula.. Selokan kecil pula.. Ah bodoh.. bodoh..! Lama-lama aku jadi senyum2 sendiri. Menunduk sambil terus memandangi sandal-sandal swallow yang seolah-olah juga menertawakan kebodohanku.

Ufh, metta ngakak..



Filed under: based on true story, melacur , ,

Puncak Garuda..

Saturday, January 23rd, 2010..

Aku mengunjungi gunung yang satu ini lagi. Tapi memang tak pernah ada yang membosankan tentang gunung.. Sepakat…!! (konon katanya orang bergolongan darah B itu sulit menghafal jalan, jadi mau naik gunung yang sama untuk sekian kalinya pun masih berpotensi nyasar).

here we go!!

Kali ini kami menuju basecamp lewat Magelang, cukup memakan waktu… Tapi lumayan, bisa liat Ketep lagi (terakhir kali ke Ketep awal tahun 2008)..hewh.. Perjalanan Jogja-Selo kuranglebih memakan waktu 2 jam (dalam keadaan cerah bermantol). Sesampai di basecamp kami langsung memesan makanan (dipesankan ding). Setelah maem dan shalat maghrib, kita siap2 mengangkat tubuh ini ke MERAPI..

Sebuah awal memang selalu sulit.. Menit-menit awal pendakian sungguh menyiksa. Nafasku tak teratur, hosh-hosh ngos-ngosan, perut mual-mual, dan akhirnya kepala kliyeng-kliyeng.. Ingin minta break tapi malu ah, baru jalan bentar. Terus kupaksa jalan dengan memanfaatkan setiap moment yang tepat untuk mengatur nafas. Tapi selanjutnya aku mulai menemukan tempo langkah dan nafas, mulai beradaptasi, dan mulai menikmati perjalanan (walau perut membesar; masuk angin).

the dinner

Kuranglebih pukul 10.30pm kami sampai di Pasar Bubrah. Langsung bagi tugas untuk mendirikan dome dan masak kopi + mie instan (ini ritual pendakian). Setelah perut terisi, kini tiba waktunya untuk mengistirahatkan tubuh karena perjalanan belum usai. Hwa, baru kali ini aku tidur di dome sendirian. Ademm banget,, atiss banget.. Tapi ya begitulah, everything went on, dan pagi menyambut..

Sunday morning, January 24th, 2010

merbabu dari merapi

Rencananya sih pada mau bangun jam 3 biar dapet sunrise di puncak,, apa daya tak ada yang masang alarm. Jadinya bangun jam 5.19. hahaha,,payah..

Kami melanjutkan perjalanan ke puncak dengan hanya membawa logistic secukupnya dan tentu saja bawa kamera. Hahaii.. Jalan ke puncak Garudanya masih sama, belum diaspal. Harus ekstra hati-hati karena medannya adalah pasir berbatu dan cukup ngetrack. Batu pijakannya pun tak selalu bisa dipijak, salah-salah batunya bisa jatuh ke bawah dan mencelakakan orang di bawah, makane kudu ngati-ati banget.

Nggak sampai satu jam, kita sudah sampai puncak. Alhamdulilah, perjuangan yang tak sia-sia. Sumpah, bakalan gak ada yang nyesel kalau sudah berada di Puncak Garuda (kecuali para orang yang gak suka ndaki tapi kepaksa ndaki :p ).  Sure, I will go there again, next time..

Puncak Garuda

Puncak Garuda

Apa yang kita lakukan selanjutnya adalah ritual utama pendakian : Photo Session. Sekedar untuk mengabadikan moment kita di sana. Sekedar untuk bukti bahwa kita sudah pernah di sana. Sekadar untuk selalu mengingatkan kita akan keindahannya..

...

pose 1

pose 2

Dan…….

kawah mati

Setelah cukup lama membuat pendaki lain ngantri foto di puncak Garuda, kita memutuskan untuk pindah objek di kawah mati. Apa yang mereka lakukan di sana? Oh, mereka berlatih menjadi tukang tambang batu. Lelah katanya, tapi mereka masih teguh dengan misi mereka itu. Salut lah.. Bisa dimengerti tapi sulit dipahami,hee..

Karena waktu telah menunjukkan lapar, maka kami segera turun. Hufh, cukup sulit menuruni medan kawah mati ke pasar bubrah. Apalagi buat aku yang malah salah jalur. Huhu, sempat mau kepleset kebawah. Tak ada batu untuk berpijak ato pegangan. Terpaksa mijak tanah berpasir,, eh malah tanahnya mlorot, aku ikut mlorot.. Udah bener-bener deg-degan. Untung bisa diatasi. God saved me..

downhill

Setelah itu, perjalanan adalah seperti biasa.. Turunnn dan turunn dan turunn.. Oya, dan telah tercipta rekor baru. Aku ngampet pipis semenjak pagi jam 5.19 sampe siang jam 2.15. Sedari Pasar bubrah- Puncak Garuda – Kawah Mati – Pasar Bubrah – dan Basecamp..

Kerenn…!!

Sampe sini saja ceritanya. Kuranglebih seperti itu. And for additional information, I was the only girl in that team. I was the oldest among the yougers. He.

Well, let me say thanks to them who had been there with me; Damar, Afa, ibon, khan. If you ask me on how’s my impression for having this mountaineering with you, it’s great anyway. You were not buluzing. Thanks a bunch.

Filed under: my adventure , , ,

Kenapa mendaki gunung…?

seperti ini..

Mulai tahun kemaren saya agak addicted sama kegiatan mountaineering. Selalu ada sensasi tersendiri saat melakukan kegiatan itu, yang tidak saya dapat di dunia biasa-biasa saja saya. Tak tau juga, apresiasi saya terhadap para pendaki gunung juga lumayan tinggi. Seperti apapun orangnya, kalau dia adalah seorang pendaki, saya akan menambahkan nilai plus kepadanya (nggak fair haha). Perhatian saya juga kerap teralihkan oleh para backpacker, para penggendong carrier, para pemakai sandal gunung, para pemakai gelang prusik, dan siapapun yang bebau kegunung-gunungan (baumu mengalihkan duniaku). I respect them so much.

Ketika saya sedang sangat mengidolakan mountaineering ini, dengan terduga seorang teman saya yang cukup idealis berkata; “Mendaki gunung itu buat apa? Apa yang kamu dapat? Kegiatan kok menantang maut. Itu wasting time (ngguwang-ngguwang wektu). Mending hobi tu kayak aku, nonton film. Sudah pengetahuan bertambah, tidak menantang maut pula” Kira-kira seperti itu terjemahannya, kalau ada yang salah ya gak usah diprotes.

Jadi, daripada saya ngomong panjang lebar sampai berbuih, lebih baik saya menjabarkan ‘mengapa mendaki gunung’ di blog imut saya ini. Sebetulnya pertanyaan ‘kenapa’ ini kurang cocok untuk menanyakan tentang hobi/kesenangan orang. Kenapa kamu suka nonton film, kenapa kamu suka balap, kenapa kamu suka internetan, kenapa kamu suka membaca, kenapa kamu suka ngegame, kenapa kamu suka dia, kenapa kamu suka mendaki gunung? Yang namanya ‘suka’ itu datangnya dari hati, yang namanya hobi itu tak bisa ditanyakan alasannya. Saya senang, saya menikmati, dan that’s all.

Nah, bagi yang masih menganggap kegiatan pendakian sebagai sesuatu yang tidak worth it dan wasting time, ini saya sediakan beberapa keping esensi pendakian gunung (siwi:2010).

  1. Mengenal dan mendekatkan diri dengan alam. Orang berkata, tak kenal maka tak sayang.
  2. Dengan mendaki gunung kita akan tau seberapakah ketahanan fisik kita.
  3. Selama perjalanan kita akan belajar mandiri dan survive di alam. Kita berlatih untuk memanfaatkan apa yang ada di alam untuk mempertahankan hidup tanpa melukai alam.
  4. Pendakian yang dilakukan bersama-sama akan menumbuhkan jiwa social. Kita menyadari diri sebagai makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri; harus saling membantu.
  5. Menumbuhkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang indah itu memerlukan perjuangan yang besar. Untuk mencapai puncak kita harus berlelah-lelah menapaki setiap tanjakan.
  6. Pendakian gunung bisa digunakan untuk refreshing dan olah raga. Alam bebas bisa membuat pikiran jernih. Beberapa orang pergi ke gunung ketika mereka merasa stress, penat dengan urusan mereka masing-masing.
  7. Ukiran cerita dalam setiap pendakian akan menjadi kenangan tak terlupa. Selalu ada hal baru dalam pendakian.
  8. Kita bisa melihat, mengagumi, dan mensyukuri keindahan alam ciptaanNya.
  9. Dan tentunya kita akan bangga pernah berada di puncak gunung-gunung tinggi di alam ini. Keren pokoke.

10.  Masih banyak lagii…

Dan tentang yang disebut-sebut sebagai ‘menantang maut’ itu sebenarnya adalah resiko. Apapun yang kita lakukan pasti ada resikonya. Mendaki gunung beresiko tersesat, hipotermia, terpeleset. Menonton film beresiko sakit mata, terdoktrin oleh film, lupa makan. Balap beresiko jatuh. Internetan beresiko mata sakit, lupa waktu. Dan sebagainya. Yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan segala sesuatu dengan benar dan sesuai PROSEDUR. Sekali lagi, SESUAI PROSEDUR. Dengan begitu kita bisa meminimalisir resiko yang ada.

*saya menyukai perjalanan malam hari di gunung.

Filed under: melacur , , ,

First-caving, Seplawan

Aiaiaiaia..

tampak belakang

I’ve just found these pics,, taken 3 months ago. (coz this post is supposed to be posted 3 months ago). This is my first caving experience in Goa Seplawan (pegunungan Menoreh Jateng, prebatasan dg Kulon Progo) with mas Hari and Sukro from HANCALA, guarded by Arik.haha. Actually I was only asked to show them the way to go to Goa Seplawan, since it is located in Kulon Progo. But then I was challenged to try to act as a caver. Hmm,, that’s cool. I wore a pair of boot shoes, a helmet, and brought a light. The track was so slippery that I had to be very careful. Hmm, I was doing well. Not bad for a very beginner like me.hihi. Arik didn’t want to join us exploring the cave. He said that he is a truly mountaineer who doesn’t like caving. I beg he’s scared of darkness.LOL. Well, for me caving is not that interesting as well, indeed. ( :p ). What the cavers did in the cave were only searching for signs of living animal and taking pictures of something I don’t know. All I know were only water, mud, and darkness. But at least I have tried it once so I know a little bout stalactite & stalagmite. ^_^

Filed under: my adventure, wisata kulon progo , ,

AKU -Chairil Anwar-

 

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

 

perjalanan hidup Chairil Anwar, oleh Suman Djaya
*buku dari seorang teman.. ketika saya tidak berpura-pura melupakan semua

Filed under: insipiring lyrics & quotations , ,

jadi guru SD

Dan tak pernah terpikirkan olehku..

Huwaaa!! Sumpah, I never imagined how my strength, my stamina could be confiscated by those elementary students. Sungguh..

It was my very  first teaching day in that elementary school. Well, I thought everything’s gonna be okay as long I master the material taught. But I was totally WRONG..! Knowledge on the subject is not the only key what sd-teachers need. They need PATIENCE. They need skills in controlling the students. THE KIDS..!

Starting with hard beats in my heart, and… Well, I didn’t need to hush them when entering the class. They sat on their own seat, politely. That’s a good starting, I thought. But. What happened next was just so out of my mind. Incredible.

the way they are (?)

Oh my Gosh. Is it my fault that I chose TEFL instead of English for Children? that I didn’t even know how to make them silent. that they played around when I was explaining the material? that they talked with others when I was asking them to read? that I have to speak loud, loudly, louder, and louder? that I have to run here, there, just to make them pay attention to me? that I have to knock the blackboard to make them silent? that I have to realize “it’s not that easy teaching children”….? “it’s not that easy teaching the boys”..

They’re just so much different with me and my friends at elementary school were. The students of my class were so silent, we kept silent till the teacher asked us to do something. We had to think many times to say something, even to make any movement in the classroom. We respected the teacher so much (respect vs scared??)

70 minutes with grade 4 students, 70 minutes with grade 5 students, 70 minutes with grade 6 students. How exhausting! I couldn’t imagine how the class-teacher could stay a whole day with the kids. Hhm, of course they have had mastered the skill on “making them controllable”. Okay..okay.. I have to learn more and more. Alright, no more grundelan. Go go go.. (semoga cepat ada yang masukin lamaran lagi, :p)

Filed under: based on true story , , , ,

Fenomena Tindihan

Sudah pernahkah kamu mendengar istilah “tindihan”? Ataukah sudah sering kamu mengalaminya?

Inilah hal menakutkan yang dulu sering kualami menjelang atau di tengah-tengah tidurku,, dan tadi malam aku mengalaminya lagi. Benar-benar sangat menakutkan.

Sleep Paralysis

“Tindihan” adalah suatu keadaan (disaat atau menjelang tidur) dimana aku merasa ada “sesuatu” yang ‘memasukiku, mencengkeramku, menyelubungiku’,,yang kemudian membuatku sulit untuk bernafas, sesak, tak bisa bergerak, tak bisa bersuara, padahal aku merasa bisa melihat dan mendengar (siwi:2010). Durasinya sekitar 2-3 menitlah. Disaat seperti itu, suasana menjadi sangat mengerikan dengan bayangan-bayangan tak jelas di sekitarku, mistislah. Mungkin itu terjadi di antara alam sadar dan bawah sadarku. Semua yang terdengar dan terlihat di sekitarku begitu nyata,, tapi nyatanya pula aku tak bisa berbuat sesuatu. Dari sebuah artikel yang kubaca, dijelaskan kalo di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul.

Setiap mengalami “tindihan”, aku sangat sadar bahwa aku memang  sedang mengalaminya ; “oh, aku lagi tindihan iki”. Yang kulakukan kemudian adalah berusaha memanggil atau menyentuh orang yang ada didekatku supaya dia membangunkanku dari tidur tindihen ini. Tapi selalu saja, setiap aku berusaha teriak, semakin erat ‘cengkeraman’ itu, semakin sesaklah aku. Langkah selanjutnya adalah mengucapkan berbagai ayat-ayat suci, dari Al-fatihah sampai ayat Qursy. Tak mempan juga. Akhirnya aku selalu ikhlas, “yasudahlah, pasrah saja. Nanti juga sembuh sendiri”. Ahhh,, ni usaha yang bodoh sekali, tapi berhasil juga. Setiap aku pasrah, ‘cengkeraman’ itu mengendor..dan hilang.. Fyuuwyy..

“Tindihan”ku ini tergolong ringan dan bisa dikendalikan (hewh?). Tidak pernah ada yang tau ketika aku sedang mengalaminya (walaupun aku merasa sudah tereak-tereak). Beda dengan “tindihen” embakku. Saat dia mengalami tindihen dalam tidurnya, nafasnya selalu tersengal-sengal. Secepat mungkin aku bangunkan dia,, dan dia selalu terbangun dengan wajah kaget. Kemudian dia berpesan padaku agar aku membangunkannya ketika dia tindihen. Embak juga bilang kalau di dalam tindihennya, dia bisa melihat hal-hal yang mengerikan. Misalnya, ketika dia melihat mukena, mukena itu akan berubah menjadi pochi (p*c*ng), ketika dia melihat wajahku, wajahku akan berubah menjadi monster (huwa,,ini yang aku tidak terima), dsb.

ngeri yak,

Konon katanya “tindihan” ini disebabkan oleh campurtangan makhluk halus. Ada pula yang berkata bahwa “tindihen” ini disebabkan oleh salahnya posisi tempat tidur, angkernya tempat tidur, salahnya posisi tidur.  Tapi kalau menurutku, tindihen itu disebabkan oleh banyaknya pikiran (sedang agak stress), salahnya posisi tidur yang membuat nafas sesak, atau gara-gara lupa baca doa tidur. (ini niihhh,, pas mau tidur sering salah baca doa mau makan).

Ni ada kutipan tentang mitos ‘tindihan’ dari berbagai negara yang aku ambil dari sini.

Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara

- Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.

- Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.

- Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.

- Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.

- Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.

- Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.

- Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.

- Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.

- Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.

- Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.

- Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

Aku juga pernah mendengar bahwa “tindihan” bisa berakibat kematian, istilahnya “bablas”. That’s why aku selalu berusaha sekuat tenaga untuk bangun ketika tindihen, dan membangunkan orang yang sedang tindihen. Huffhhh,,

Filed under: based on true story , ,

Puncak Abadi (an obsession)

di sanalah..

Ngiri, kagum, campur aduk.. Itulah yang kurasakan setiap kali aku membaca postingan artikel tentang pendakian Semeru, apalagi diiringi lantunan suara mas Ari Lasso. Tak tau kenapa tiba-tiba  sangat ingin menginjakkan kaki dan merebahkan tubuh di puncak gunung itu, Mahameru.

Setiap kali menghayati lirik Mahameru, setiap kali membaca artikel tentang pendakian Semeru, aku hanya bisa membayangkan dan mengira-ngira apa yang aku rasakan dan aku lihat di sana. Di saat itu pula semangatku selalu menggebu-nggebu, ingin kesana saat itu juga. Ranupane – Ranu Kumbolo – Tanjakan Cinta – Oro oro ombo -  Kali mati – Arcopodo – Mahameru,, entah bener atau salah urutannya.. Yang jelas,, nama-nama itu sudah tak asing.

Kadang  pesimis juga karena setiap aku mengutarakan keinginanku itu, ibuk selalu melarangku.. Dia bilang, “Nggak usah ke Semeru. Bahaya.. Mbok kamu tu cari kegiatan lain selain ndaki gunung,, jangan yang berbahaya”. Ah ibuk gak tau rasanya siii..

Pesimis juga karena aku harus mengumpulkan uang saku sendiri untuk ke sana. Biaya persiapan, ongkos, logistic, dan lain-lainnya bisa dipastikan tidak sedikit (untuk ukuran mahasiswa nomor 06202241031). Pengajuan proposal pendakian ke orang tua sudah jelas-jelas ditolak, mana mungkin uangnya turun. Jadi harus menabung mulai sekarang, insyaalloh sehabis wisuda aku kesana.. (huwa?? makanya buruan mikir skripsi. Wisudanya masi jauh siw!).

Sempat shock  dengan banyaknya berita tentang korban tersesat, hilang, dan bahkan meninggal di Semeru ataupun di gunung-gunung lain. Tapi banyak juga yang kembali dengan selamat dan dengan senyum kepuasannya. Banyak juga para pendaki wanita yang berhasil menjamah Mahameru.  Jadi kupikir kalau mereka sanggup, kenapa aku tidak.

Karena aku selalu ingat petuah dari seseorang bahwa “kematian itu tak akan dipercepat dengan mendaki gunung, dan tak akan diperlambat dengan tidak mendakinya”.

Aku mencintai gunung-gunung Indonesia. Semangat semangat! 3676 mdpl. Puncak abadi para dewa!!

Filed under: melacur , , ,

when the stars are not there, these posts are still available here..

free counters

Lihat, deNgaR, RasaKan

KuliHat hutanku taK Lagi hiJau - KudenGar kicau itu tak laGi meRdu - KuraSakan aLamku tak SenYaman duLu

Erros SO7 feat. Okta – Gie

sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukkan malam
dengan jalan pikiranku

sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas
semua keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia

retaplah malam yg dingin

reff: tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki keadilan

berbagi waktu dengan alam
kau akan tahu siapa dirimu yg sebenarnya
hakikat manusia

repeat reff

keadilan, keadilan

* akan aku telusuri
jalan yg setapak ini
semoga kutemukan jawaban

repeat * [3x]

jawaban, jawaban, jawaban, oh oh oh

AKPC_IDS += "118,";

Lirik lagu Erros SO7 feat. Okta – Gie ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Erros SO7 feat. Okta – Gie.