Sejarah tali pusat IRENG

December 27th, 2011 § Leave a Comment

tidur cantik wkk

Hey, sudahkah aku mengenalkannya? Here he is! Ireng!! Bukan..dia bukan seekor anak anjing. Ireng adalah kucing keturunan ibunya, ya iyalah. Dia adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara dengan induk bernama MJ. Tengok sini sebentar, sekedar untuk mengingat sejenis apakah MJ itu..

Beda dari dua kakaknya, Ireng dan adiknya (cemi) terlihat lebih jinak. Ehmm..mungkin bukan jinak, tapi loading lama, lemot, lola, dst, seperti itulah. Kenapa? Ini ada sebab musababnya..

Kala itu, 9 Desember 2009, dalam suatu sore yang syahdu.. Seorang kucing hamil terengah-engah mencari tempat melahirkan. Tanpa sedikitpun erangan, dia melahirkan dengan lihainya. Lihai?? Nampaklah dua ekor kucing cerdas bernama Gudi dan Belang. (Gudi merupakan kata dasar Gudikan, dan Belang sudah merupakan kata dasar). Kemudian..MJ masih menyimpan dua nyawa dalam perutnya. Dengan santai dia keluarkan satu persatu; plup..plup.. Anak ketiga..dialah IRENG (dari kata dasar ireng yang berarti hitam). Anak terakhir..dialah Cemi! (dari kata serapan Cemongan cemong-cemong). Namun, dua anak terakhir ini tidak begitu bernasib baik.

MJ tidak langsung memotong/memakan tali pusar si jabang bayis (pake ‘s’ karena lebih dari satu). Ketahuilah, tanpa sadar MJ menarik2, menindih2, mengangkat2 sang jabang bayis yang masih berwudel panjang itu. Karena merasa iba, aku langsung punya ide. “Aku harus menolong mereka. Harus! Aku akan mencari gunting. Gunting!”. Kudapatilah seekor gunting dan langsung ku potong dengan model demymoore. Nggaklah, pokoknya kupotong sedemikian rupa hingga dua kucing itu memiliki ukuran wudel yang normal. Alhamdulillah everything went well..

Namun ketahuilah. Pada kenyataanya di kemudian hari..kutemukan bahwa dua kucing ini berbeda dari kakak2nya. Mereka tidak selincah dan secerdas kakak2nya. Mereka manutan, pating klumbruk, ra jelas, dan sedikit ngah ngoh. Orang2 mulai menuduh bahwa aku biang keroknya. Tak mau banyak berdebat, akhirnya aku mengakui saja. Mungkin memang aku belum mahir memotong tali pusat.

Lihatlah.. Si ireng tertidur pulas di sampingku. Kucing ganteng yang penurut. Walaupun suka pipis dan eek sembarangan, dia tetap nampak sebagai kucing yang lovable buat aku. Karna kamu so loooovable buat aku.

Advertisement

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sejarah tali pusat IRENG at Soleram Soleram.

meta